TAHAP RIMBA : SAAT PARA WIRA HARUS BERTAHAN HIDUP DI HUTAN
Situ Lembang, 10 - 14 Juli 2008
Pernahkah Anda membayangkan bagaimana bertahan hidup di tengah hutan dengan ancaman binatang buas dan tanpa suplai makanan? Anda harus bisa menangkap berbagai jenis ular, memotong ular itu, untuk kemudian dikonsumsi agar bertahan hidup. Itulah yang diajarkan dan dirasakan langsung oleh para wira KOMANDO ENAM, setelah melewati tiga tahap kompetisi yakni meditasi, basis, dan arga.

18 wira yang tersisa harus bertarung di tahap keempat, yaitu Rimba. Seperti namanya, tahap ini dilewatkan di belantara rimba Situ Lembang. Hutan ini dipercaya masih menjadi habitat asli dari binatang buas seperti harimau, macan kumbang, dan ular. Beberapa warga sekitar bahkan masih menggunakan area ini sebagai tempat berburu babi hutan. Lokasinya pun cukup terpencil. Jarak perkampungan terdekat harus ditempuh dalam 1 jam perjalanan. Itu pun tidak bisa menggunakan mobil karena medan yang berbatu dan berbukit-bukit.
Kali ini para wira mendapat pelatihan cara bertahan hidup di tengah hutan. Selama tiga hari mereka mendapatkan materi pengenalan peta, kompas, dan tanaman hutan ; mana yang aman dikonsumsi, mana yang bisa dijadikan obat, dan mana yang berbahaya.
Materi yang diberikan adalah cara menghadapi binatang berbahaya yang paling sering ditemukan di hutan, yaitu ular. Berhadapan dengan binatang melata ini, beberapa wira harus menundukkan rasa takut mereka. Tidak hanya teori, mereka juga harus mencoba sendiri menangkap ular dengan teknik yang benar. Tidak berhenti di situ, mereka juga diajarkan cara membunuh ular seperti sanca dan kobra, dan mengolah binatang tersebut sampai aman dikonsumsi saat mereka harus bertahan hidup (survive) di tengah hutan.

"Sungguh ini pelajaran yang langka namun sangat berharga bagi mereka. Tidak banyak orang sipil yang mendapatkan pengetahuan ekstra tentang cara bertahan hidup di hutan. Kini mereka bisa mendapatkannya dari pelatih profesional." ujar Rizal Mustary, Executive Producer Astro Awani.
Tidak mudah mengatasi rasa takut terhadap binatang melata yang mematikan tersebut. Walau bagaimana pun, kompetisi harus terus berlanjut. Para wira harus siap menaklukkan berbagai tantangan yang ada, termasuk segala sesuatu yang berhubungan dengan ular.
Akankah ada wira yang mundur dari tantangan kali ini?
Siapa yang akan tersisih selanjutnya?