Cilacap, 20-23 Juli 2008
Tahap laut menjadi babak terakhir dari kompetisi Komando Enam, sebelum dilaksanakannya tahap Aplikasi yang menjadi penentuan wira yang akan membawa pulang satu unit mobil SUV. Untuk itu, 12 wira yang tersisa kini harus bertarung sekuat tenaga di tahap Laut untuk mengamankan posisi mereka di enam besar, sekaligus membawa pulang paket wisata safari Afrika.

Memasuki hari ke-24 kompetisi, persaingan antara 12 wira semakin ketat. Hanya enam tempat yang tersedia di final. Artinya, di akhir tahap ini separuh dari mereka akan tereliminasi. Wira-wira yang selama ini keluar masuk Zona Waspada bertekad untuk membuktikan bahwa mereka layak menjadi enam besar. Di lain pihak, wira-wira yang pernah memegang tongkat pemimpin juga semakin waspada. Lengah sedikit, mereka akan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan satu unit mobil SUV.
Oleh karena itu, ke-12 wira memulai tahap Laut dengan konsentrasi tinggi. Seperti tahap-tahap sebelumnya, latihan dibuka dengan pengenalan terhadap medan dan berbagai perlengkapan yang biasa dipakai di sana. Laut bukanlah medan yang mudah untuk ditaklukkan. Oleh karena itu di tahap ini para wira mendapatkan bimbingan dari tenaga profesional. Mereka diajarkan teknik mendayung alat-alat transportasi yang dipakai di laut, mulai dari kano, kole-kole (perahu rakyat), hingga perahu karet (LCR). Tidak hanya itu, mereka juga diperkenalkan dengan alat selam dan teknik swim cash, yaitu renang menuju daratan (pantai) yang diawali dengan pelepasan dari LCR berkecepatan tinggi di tengah laut.

Materi-materi tahap ini kembali menjadi kendala bagi tiga wira 'alumni' kelompok G7 yang tersisa, yaitu wira-wira yang dulu mendapatkan bimbingan renang ekstra dari para pembina. Jika di Wira Tangkas perdana mereka 'hanya' menaklukkan danau, kini lautan lepas menjadi tantangannya. Tidak mudah membangun kepercayaan diri bagi wira-wira ini. Namun dengan latihan intensif selama tiga hari, mereka mulai dapat mengatasi tantangan ini.
Wira Tangkas di hari keempat menjadi pembuktian bagi seluruh wira. Mereka harus menaklukkan sejumlah tantangan dalam waktu sesingkat-singkatnya. Kali ini mereka harus menyelesaikan tiga tugas. Pertama, swim cash dengan mengambil dua bendera yang diapungkan di laut. Sampai di darat, mereka masih harus melalui tiga pos, yaitu pemakaian perlengkapan selam, melewati terowongan ban, dan menarik ban truk besar hingga garis finish. Jika tugas tidak diselesaikan dengan sempurna, wira akan dikenakan penalti waktu.
Tantangan ini tidaklah mudah bagi para wira, karena mereka harus pintar mengatur stamina di laut maupun darat. Tiga wira yang dulu tergabung dalam kelompok G7 pun harus pintar menyusun strategi supaya tidak kalah bersaing dengan wira-wira lain yang unggul di laut.

Sayangnya, tidak semua wira beruntung dengan strateginya masing-masing. Salah satu dari tiga wira G7 tidak bisa mengendalikan dirinya saat dilepaskan dari LCR di tengah laut. Rasa takut berada di tengah lautan lepas membuatnya menyudahi perjuangannya di Wira Tangkas kali ini. Situasi ini menunjukkan bahwa Wira Tangkas ini tidaklah mudah. Yang harus bisa ditaklukkan bukan hanya sekedar medan yang sulit, tetapi juga ketakutan yang mungkin muncul di diri sendiri.
Didorong motivasi tinggi untuk mendapatkan hadiah wisata safari Afrika, 11 wira lain melaju dengan strategi masing-masing. Beberapa wira memutuskan untuk mencuri waktu di darat, sementara yang lain mengerahkan tenaga maksimal dari awal diterjunkan dari LCR. Akhirnya, dengan perjuangan masing-masing, 11 wira berhasil menembus garis finish.

Kini saatnya penentuan enam wira dengan catatan waktu terbaik, yang otomatis mendapatkan hadiah wisata safari Afrika, sekaligus kesempatan memperebutkan satu unit mobil SUV di tahap Aplikasi. Secara mengejutkan, beberapa nama menembus jajaran enam wira terbaik, sekaligus memupus harapan wira-wira lain untuk berkompetisi di tahap Aplikasi.
"Inilah momen eliminasi yang paling mendebarkan bagi para peserta kompetisi. Pertama, karena langsung enam orang yang tersingkir, bukan tiga seperti biasanya. Kedua, tereliminasi berarti hilang sudah obsesi wisata gratis ke Afrika dan lenyap pula mimpi mendapatkan mobil SUV." ungkap Rizal Mustary, Executive Producer Astro Awani.
Siapa saja yang berhasil masuk enam besar dan mendapatkan wisata safari Afrika? Mungkinkah alumni G7 menempatkan wakilnya di jajaran enam wira terbaik?
Posted at 10:15 pm by Komando-6