WIRA TANGKAS 1 : BIATHLON
Batujajar, 27-30 Juni 2008
Kompetisi KOMANDO ENAM siap dimulai.
Seluruh perjalanan panjang ini akan dimulai dengan tahap meditasi. Tahap ini merupakan tahap dasar dari seluruh pembinaan para wira. Di sini fisik dan mental mereka dipersiapkan secara khusus melalui serangkaian bimbingan fisik: lari, lompat, naik/turun bukit, push up, sit up, pull up, hingga berenang. Keterampilan ini diharapkan menjadi bekal para wira untuk melaksanakan tahap-tahap berikutnya yang lebih berat.
Pelatihan tidaklah mudah bagi para wira yang belum terbiasa melakukan aktivitas fisik secara rutin. Adaptasi terhadap cuaca dan berbagai atribut baru harus dilakukan dengan cepat. Akibatnya sejumlah wira mengalami cedera. Bahkan ada yang harus melalui latihan dengan terbebat perban.
"Dua hari pertama di Batujajar memang jadi penyesuaian yang berat buat mereka." ujar Rizal Mustary, Executive Producer Astro Awani. "Banyak yang belum terbiasa dengan beban berat dalam tingkat intensitas tinggi. Akhirnya ada beberapa yang cedera, mulai dari keram kaki saat renang dan lari, sampai melepuhnya telapak kaki karena tidak tahan dengan panasnya lars yang dipakai."

Menjelang Wira Tangkas pertama, para wira mulai bersiap-siap. Tantangannya adalah lomba biathlon, yang diawali dengan renang di Danau Cimanglid sejauh 300 meter dan dilanjutkan lari sejauh 2 kilometer dengan medan berbukit. Kecemasan tersendiri muncul di tim G7, grup yang terdiri dari 7 orang wira yang mendapatkan bimbingan ekstra dalam renang. Mereka harus menyiapkan kekuatan ekstra untuk menyelesaikan Wira Tangkas ini supaya tidak tereliminasi.
Kompetisi pun dimulai. Para wira dibawa ke titik start yang ada di salah satu sisi Danau Cimanglid, yang masih berada di dalam kompleks pusat pendidikan. Setelah diberikan aba-aba, para wira berlomba-lomba menuju daratan. Secara mengejutkan wira-wira yang tidak unggul justru memimpin di depan, meninggalkan wira-wira lain di belakang. Para wira yang tergabung di tim G7 sempat menemukan kesulitan. Namun secara tidak terduga, beberapa di antaranya justru bisa mendahului wira-wira lainnya.
Tiba di darat, para wira tidak bisa sepenuhnya beristirahat. Berlomba dengan waktu, mereka harus menempuh medan berbukit sejauh 2 kilometer. Beberapa wira yang telanjur mengeluarkan 100% tenaga saat renang mulai menemukan kesulitan. Di sinilah kesempatan para wira yang tergabung di tim G7 untuk menyusul. Mereka berjuang sekuat tenaga untuk mempertahankan posisi mereka dalam KOMANDO ENAM. Dengan semangat tinggi, akhirnya mereka menyentuh garis finish. Beberapa bahkan mencetak waktu yang relatif lebih baik dibandingkan rekan-rekan lainnya.

Usai wira tangkas, para wira dihadapkan pada proses eliminasi. Tiga wira yang dinilai paling lemah harus meninggalkan kompetisi. Secara mengejutkan, beberapa wira yang diduga unggul justru menempati Zona Waspada, zona bagi para wira yang memiliki kemungkinan besar untuk tereliminasi. Penilaian ternyata tidak dibatasi pada catatan waktu yang dalam pelaksanaan Wira Tangkas, tetapi juga sepanjang penyelenggaraan kompetisi. Mereka dipersilakan menggantung kalung militer (dogtag) di pancang-pancang yang telah disiapkan di tepi danau, sebagai tanda bahwa mereka telah tersisih dari KOMANDO ENAM.

"Setelah tiga hari digembleng di Batujajar kini mereka sudah memiliki kekompakan, kebersamaan dan rasa kekeluargaan satu sama lain. Jika belum selesai menyelesaikan pelatihan atau belum berkumpul semua, mereka tidak akan makan terlebih dulu. Semuanya harus dilakukan bersama-sama. Ketika ada seseorang yang kehabisan tenaga saat melakukan Wira Tangkas, peserta lainnya menyemangati wira yang kepayahan tersebut." terang Riza Primadi, Editor in Chief Astro Awani.
3 wira telah tersisih, menyisakan 26 wira yang harus terus berjuang untuk mendapatkan 6 wisata safari dan 1 unit mobil SUV.
Siapa yang akan bertahan hingga akhir?
Posted at 05:30 pm by Komando-6