|
KOMANDO ENAM Mulai Menantang Alam Citatah, 5-9 Juli 2008
Lepas dari tahap dasar pelatihan Meditasi dan Basis, para wira kini mulai menantang alam. Dakibu (pendaki serbu) merupakan pelatihan terakhir mereka di Kompleks Pendidikan Kopassus di Batujajar. Di sesi latihan ini para wira harus menaklukkan dinding dengan berbagai kemiringan. Kembali ini menjadi tantangan bagi wira-wira yang sebenarnya takut ketinggian. Akan tetapi dengan penguasaan diri dan dukungan dari rekan wira lain, mereka sanggup melewati latihan tersebut dengan baik.

Selesai pelatihan Dakibu, para wira siap menantang alam. Mereka akan mulai berinteraksi dengan berbagai jenis alam, mulai dari bukit, rimba, rawa, hingga laut. Citatah menjadi tempat pertama dimana para wira berinteraksi langsung dengan alam. Jika di Batujajar para wira masih menempati barak prajurit, di Citatah mereka harus belajar hidup mandiri dalam tenda. Tidak ada lagi fasilitas listrik atau kamar mandi memadai seperti yang tersedia sebelumnya. Belum lagi kondisi udara perbukitan Citatah yang relatif berbeda dari Batujajar. Beberapa wira yang tidak bisa merespon perubahan ini dengan cepat, akhirnya jatuh sakit dan melewatkan sesi pelatihan di sana.

Di wilayah yang didominasi tebing terjal ini, seluruh materi yang didapatkan di tahap Meditasi dan Basis akan diuji. Mereka harus mampu menaklukkan tebing dengan menggunakan kemampuan mereka sendiri. Bagi wira yang terbiasa mendaki gunung atau memanjat tebing, tantangan ini tidak akan menjadi masalah. Tapi bagi yang tidak memiliki bekal tersebut, tentu bisa menjadi halangan tersendiri. Oleh karena itu, para wira diberi waktu tiga hari untuk mengikuti pembekalan secara intensif.
"Tak semua wira bisa menaklukkan tebing. Tapi dengan bimbingan pelatih profesional, mereka akhirnya bisa juga mencapai titik dan ketinggian tertentu yang ditargetkan pelatih." ungkap Wahyu Mulyono, Produser KOMANDO ENAM. Para wira pun diberi kesempatan untuk mempraktekkan materi dakibu yang diberikan di Batujajar untuk diaplikasikan di alam Citatah.
Memasuki wilayah kompetisi baru, intrik antar wira mulai timbul. Perbedaan sifat dan perilaku mulai tampak setelah dua minggu hidup bersama. Inilah realita, dimana 21 wira dengan latar belakang berbeda hidup bersama dalam satu tekanan yang sama. Adu mulut dan pendapat perlahan mulai terjadi. Sampai akhirnya terjadi satu kesalahan yang harus ditanggung bersama-sama. Peristiwa ini bahkan nyaris berujung pada kontak fisik, sebelum akhirnya berhasil diselesaikan dengan kepala dingin.
Walau bagaimanapun, kompetisi terus berjalan. Wira Tangkas tetap harus dilakukan untuk menentukan wira mana yang pantas lanjut ke tahap berikutnya. Dalam Wira Tangkas kali ini, para wira harus mengambil sejumlah bendera yang sudah ditempatkan di sepanjang tebing. Bendera-bendera tersebut ditempatkan dalam tiga jalur yang memiliki tingkat kesulitan berbeda. Wira yang berhasil mengumpulkan bendera terbanyak dalam waktu tersingkat akan berkesempatan mendapatkan tongkat pemimpin, seperti halnya di Wira Tangkas sebelumnya.

Dihadapkan dengan kemungkinan tereliminasi, setiap wira mendaki secepat-cepatnya dan mengumpulkan bendera sebanyak-banyaknya. Selain fisik yang prima, strategi juga diperlukan dalam Wira Tangkas kali ini. Para wira harus berpikir taktis. Mereka harus bisa memilih jalur yang bisa diandalkan untuk memanen bendera. Tidak hanya itu, mereka juga harus bertarung dengan waktu.
Akhirnya setiap wira berhasil mendaki bukit terjal tersebut. Di atas bukit, mereka harus berhadapan dengan proses eliminasi. Seperti biasa, enam wira yang dinilai lemah sepanjang penyelenggaraan tahap Arga akan masuk dalam Zona Waspada. Wajah lama dan baru mewarnai zona ini, termasuk di antaranya adalah nama-nama yang justru unggul di dua tahap sebelumnya. Walaupun demikian, eliminasi harus terus dilakukan. Tiga wira yang tidak menunjukkan peningkatan kemampuan harus tersisih dan mengubur impiannya untuk mendapatkan paket wisata impiannya dan satu unit mobil SUV.

Setelah tahap Arga ini, para wira akan berangkat menuju medan alam berikutnya, yakni rimba Situ Lembang. Setelah itu, para wira akan melakukan long march menuju Cilacap untuk mengikuti tiga tahap akhir kompetisi. Siapa yang akan bertahan hingga menjadi KOMANDO ENAM?
|