|
Situlembang, 10-14 Juli 2008
Memasuki hari keempat di hutan Situ Lembang, Wira Tangkas kembali dilakukan. Kali ini Wira Tangkas menguji ketangkasan para wira menaklukkan rintangan di hutan, lengkap dengan teknik penyamaran seperti layaknya prajurit. Dimulai dari titik start, mereka harus melalui delapan pos rintangan, mulai dari peluncuran, jaring pendarat, penyeberangan basah, rayapan tali menukik, titian dua tali, lorong babi, lempika (lempar pisau kampak) dan tangkap ular. Seperti biasa, setiap rintangan yang tak dilalui dengan sempurna akan mendapatkan penalti waktu.
Para wira berangkat begitu aba-aba dikumandangkan. Walau beberapa rintangan tidak lagi asing bagi mereka, keberadaannya di medan rimba tidak membuatnya menjadi lebih mudah ditaklukkan. Belum lagi dua pos terakhir, Lempika dan Tangkap Ular, yang terbilang baru bagi mereka.
Menghadapi kemungkinan tereliminasi, para wira berjuang lebih keras untuk menyelesaikan Wira Tangkas kali ini. Tiba di garis finish, semua wira menunggu keputusan siapa yang harus meninggalkan KOMANDO ENAM di tahap rimba ini. Bertempat di tepi Danau Situ Lembang, para wira kembali menghadapi proses eliminasi. Enam wira yang dinilai paling lemah kembali masuk Zona Waspada. Tiga di antaranya masih diberikan kesempatan untuk memperbaiki di tahap selanjutnya, sementara tiga yang lain harus menanggalkan kalung militer (dogtag) sebagai tanda bahwa perjalanan mereka di KOMANDO ENAM telah berakhir.
Bagi 15 wira yang tersisa, perjalanan untuk menjadi KOMANDO ENAM masih panjang. Mereka masih harus menaklukkan dua medan lagi di Cilacap. |
| Leave a Comment: |