|
KOMANDO ENAM kini memasuki babak-babak akhir. Dari 29 wira, kini tinggal tersisa 15 orang. Setelah menaklukkan bukit dan rimba, sekarang mereka siap berjuang di medan berikutnya yaitu Cilacap. Berbeda dengan metode serpas (geser pasukan) sebelumnya, kali ini para wira harus mencapai Cilacap dengan cara long march. Long march ini dilakukan dari Desa Kawunganten, sebuah desa yang berada di perbatasan propinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah. Jarak yang harus ditempuh sekitar 30 kilometer, dengan melewati 4 kampung.

Long march dimulai pada pukul 5 pagi. 15 wira berjalan dalam formasi dua banjar, dengan satu orang di depan membawa bendera merah putih. Medan yang harus dilalui untuk menuju kampung pertama, Kampung Sawangan, terbilang sulit karena berbatu dan berbukit-bukit. Setiap beberapa jam para wira disegarkan dengan guyuran air, dan diberi kesempatan untuk beristirahat sejenak.
Setelah makan siang di Kampung Jeruk Manalagi, mereka meneruskan perjalanan melewati permukiman penduduk. Medan tidak semakin mudah, karena mereka harus melewati rel kereta api panas di bawah terik matahari, sawah, hingga tambang semen. Para wira juga harus melalui Gunung Gembor yang penuh dengan kuburan Tionghoa.

15 wira tiba dengan selamat di dekat PDAM Cilacap sekitar pukul 2 siang. Namun mereka tidak bisa beristirahat terlalu lama, karena harus segera menerima sejumlah materi baru. Seperti apa tantangan yang akan dihadapi berikutnya? Siapa yang akan tersisih selanjutnya?
|