|
Cilacap, 15-19 Juli 2008
Materi pertama yang diperoleh di Cilacap ini adalah seputar rawa : pentingnya rawa, pengenalan tumbuhan dan binatang rawa, serta tanaman bakau yang harus dilestarikan. Teori yang diterima wira pun langsung dipraktekkan dengan terjun langsung di penyeberangan basah di rawa yang berada di salah satu pulau di seberang Cilacap. Sebagai penambah motivasi, para pembina telah 'menanam' sejumlah botol di rawa berisikan keterangan hadiah bagi wira yang menemukannya. Mendapat penawaran yang menarik, 15 wira kembali berjuang untuk mencari botol-botol tersebut. Namun akhirnya hanya satu wira yang beruntung mendapatkan reward berupa kesempatan menelepon kerabat selama 10 menit.
Dari titik start, para wira dilepaskan dalam kelompok kecil yang terdiri dari tiga orang. Medan yang sulit dan berliku-liku membuat beberapa wira sulit menentukan arah. Kesulitan untuk bergerak pun dirasakan di beberapa titik, sehingga mempertahankan perlengkapan yang menempel di badan pun terasa sulit. Dengan susah payah akhirnya para wira berhasil menyelesaikan seluruh medan.
Babak eliminasi kembali menjadi saat-saat menegangkan bagi para wira. Enam wira yang dinilai terlemah sepanjang tahap rawa harus masuk dalam zona waspada. Lima dari posisi tersebut ditempati nama-nama baru, termasuk di antaranya adalah mantan pemegang tongkat pemimpin yang sempat tersesat saat di Wira Tangkas. Walaupun demikian, eliminasi tetap harus dilaksanakan. Tiga wira harus menanggalkan kalung militernya dan meninggalkan pelatihan Komando Enam.
Kini tinggal satu tahap lagi yang harus dilalui 12 wira yang tersisa, sebelum terpilih menjadi enam wira terbaik di Komando Enam. Tahap tersebut menjadi penentu wira mana saja yang akan mendapatkan hadiah paket wisata safari Afrika, sekaligus berkesempatan membawa pulang satu unit mobil SUV. |
| Leave a Comment: |